haruskah kuhitung lagi, hari saat langkahmu mulai berpaling, pergi
menuntaskan segala kenangan yang aku tahu
tak mudah bagi siapapun untuk melupakannya
setelah mengenalmu apa adanya

memburu kedalaman matamu sungguh membuatku rindu
mendaki alam yang penuh tantangan
sementara diriku bergemuruh penaklukkan

hingga saat tiba di hampir puncak, kau moksa

aku hanya mampu berdiri di atas lututku yang malas
ingin kucairkan kata yang beku di ujung lidah:
ambilah diriku dari diriku dan letakkan aku
di tempat yang paling kau rahasiakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.